Sajak Rindu dan Cinta Nanang Suryadi (1)
Yang
Merindu
aku
merindukanmu, tapi jarak dan waktu mengurungku
o mata,
siapa simpan kesedihan di situ, dalam bening
sedu
sedan tertahan, dalam dada
aku
merindukanmu, kau harus percaya itu
seperti
kau tahu, yang merindu
menunggu
saat memburu tuju!
Tak Ada Yang Sia Sia
Tak ada
yang sia sia mencinta
Sebagai
matahari mencahaya
Mencium
embun hingga kekal rindunya
Tak ada
yang sia sia menanti
Sebagai
diri kembali
Ke mula akhirnya sendiri
Ke mula akhirnya sendiri
Tak ada
yang sia sia merindu
Sebagai
lagu
Menyiram
embun ke dalam kalbu
Tapi Aku Mencintamu
Tapi aku
mencintaimu, dengan kecemasan
Serongga dada yang kosong, sehampa rasa kehilangan
Serongga dada yang kosong, sehampa rasa kehilangan
Tapi
sanggupkah kau tahu, seperti
Aku yang merindui, dengan hunusan belati, tikam sepi
Aku yang merindui, dengan hunusan belati, tikam sepi
Cuma,
pada galau menyiksa
Kau kira, di mana akhirnya
Kau kira, di mana akhirnya
Merindurindu
demikianlah
hidup. harus terjalani juga. dengan tanyamu tak terjawab.
tak berjawab. dalam benak segala tanya. dalam mimpi segala angan.
demikian ragu menggodamu. selalu. selalu.
tak berjawab. dalam benak segala tanya. dalam mimpi segala angan.
demikian ragu menggodamu. selalu. selalu.
ada yang
lelah melangkah. ke ujung cakrawala. ke ujung sepinya
sendiri.
sendiri.
:
merindurindu Kekasih, merindurindu!
Empathy
bahagialah,
ada yang merindukanmu
pada
waktu, tercatat nama terpahat wajah
bahagialah,
ada yang mengenangmu
dalam
bayang penuh sayang
bahagialah...
bahagialah...
hatimu,
orang yang dirindu
Komentar
Posting Komentar