Sajak Cinta dan Rindu Nanang Suryadi (2)
Jambangan Retak
menderulah badai memporakkan harapan yang disusun dalam
hatinya
seseorang yang mencinta
meletakkan bunga layu pada jambangan retak
kepada siapa kan disampaikan
kegundahan
orang sunyi yang merindu
menyimpan bayangan
menari-nari sebagai cerita tiada
terlupakan
catatan pada buku menguning
abadikan kisah percintaan dan
kesedihan
Sketsa Rindu Untukmu
1.
dalam
mimpimu, kubisikkan dongeng negeri bunga, warna dan cahaya. seperti kupungut
sepercik, dari tatapmu, keriangan kanak. keindahan puisi dan denting pengiring
lagu, memecah sunyi
2.
kusapa
engkau, kabarkan pelangi yang menjuntai, selendang peri
bidadari, guratan warna, lukisan bagi cinta, cintaku
bidadari, guratan warna, lukisan bagi cinta, cintaku
3.
sebagai
tanya, pada angin lalu: " yang dirindu akankah tahu, yang dirindu akankah
juga merindu, yang dirindu akankah juga menunggu?"
4.
sebagai
sketsa, detik menitik, terjemah waktu, tafsir waktu, mengalir aku, mengalir
rindu, menujumu...
5.
................................
................................
................................
Ingatan
Dari Masa Lalu
Aku
pernah mencintaimu. Kau tahu. Aku pernah sungguh merindu dirimu. Kau tahu. Di baris
sajak. Mengekal dongeng airmata. Derita dan bahagia. Sebagai peta yang kuberi
tanda. Dimana aku berada? Dalam
kerling matamu. Di baris alismu. Di lengkung senyummu. Sepenuh cinta. Setulus
doa. Di gelincir mimpi-mimpi. Mengembun di hijau subuh. Terbubuh namamu.
Terbubuh di tugu waktu. Dari masa lalu. Ingatanku.
Tapi
Aku
tapi aku
mencintainya, dan selalu berdoa agar ia tetap bahagia,
bahkan
jika di puncak rasa tak berdaya dan putus asa
Ketika Aku
ketika
aku mencintaimu
tak ingin kuterlalu
tak ingin kuterlalu
ketika
aku membencimu
tak ingin kuterlalu
tak ingin kuterlalu
(tapi,
hati tak tuntas segala puas
jika cinta tak sampai batas
jika cinta tak sampai batas
tapi,
hati tak tuntas segala puas
jika benci tak sampai pada tumpas)
jika benci tak sampai pada tumpas)
o nyala!
bakar diri tak henti
Bahasa Hati
aku sampaikan padamu, bahasa hati,
di mana kusimpan airmata,
sungguh, aku mencintaimu
mengapa kau tolakan lagi, segala harap
di pintumu diketuk tak henti
sungguh, aku mencintaimu
jika tak kau mengerti bahasaku
biarlah
kau rasa dengan hatimu
Aku Mencintaimu
aku
mencintaimu,
seperti
kucintai hari-hariku,
dengan
kegemasan,
karena
cinta maka kau harus tetap ada
karena
cinta dunia punya warna
baik
atau buruk siapa punya
kita
juga
begitulah:
cinta
begitu tulus
menerima
beda
Komentar
Posting Komentar