KAU RINDUKAN MALAM

yang murni. Serupa puisi yang tak henti menari. Dari jemari waktu kau tunggu. Menitik dari puncak sunyi

Komentar

Label

Tampilkan selengkapnya

Arsip

Tampilkan selengkapnya

Postingan populer dari blog ini

Tahun Ketiga Puluh Empat

AKU MENYAPAMU DI LINTASAN WAKTU