karena hujan yang puisi

kaulah kabut selepas hujan. gigilkan kenangku. padamu. di dalam puisi hujan menyihirku menjadi penyair. seperti ini kali.

rambut hijau. rumput hijau. bertumbuhan di dalam benakku. karena hujan yang puisi. serupa rindu yang tak mau menunggu. cintamu

Komentar

Label

Tampilkan selengkapnya

Arsip

Tampilkan selengkapnya

Postingan populer dari blog ini

Tahun Ketiga Puluh Empat

AKU MENYAPAMU DI LINTASAN WAKTU