ada apa dengan hujan? selalu membuatku merindu puisi. hingga jemari menari di tempias air. mungkin demikianlah puisi menjadi kutuk dengan segala kenang dan mimpi.
;ns apa yang kau ingat mungkin kematian yang kian mendekat jarum jam menunjuk membusur ke dada hibuk telah berapa jejak yang kau buat hingga sampai pada alamat putaran waktu berulang kembali berputar ke awal mulai jadi akankah engkau menengadah atau tertunduk kalah karena demikianlah hidup memberi arti pada yang tak kau mengerti karena demikianlah hidup sesuatu yang sukar kau mengerti dan ingin kau beri arti Juli, 2007
: hasan aspahani, erie kotak, yayan triyansyah, sigit prmaudito, bemz_q, Zipless aku menyapamu, di lintasan waktu, melintas di jalan sunyi, dirimu sendiri di linimasa di lintasan waktu ada yang mengenang, segala kenang, segala yang muncul hilang. di larut malam, adakah yang ikut melarut, mungkin kata yang melaut di keluasan sunyi, di keluasan semesta diri di malam malam begini, hujan menjelma puisi, yang tak henti mengajakku bernyanyi, serupa sunyi menyanyi: ada yang melagu, mungkin rindu, mungkin cemburu, gemanya dibawa angin lalu Malang, 2011
Komentar
Posting Komentar